Share a General Science : The Farm, Papers, Internet, Computer, Blogging.

Thursday, November 28, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM PENGEMBANGAN PETERNAKAN DASAR TERNAK PERAH







Oleh :
Aji Nur Saputra


UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PETERNAKAN
PURWOKERTO
2011




I.       PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kebutuhan gizi dan bertambahnya tingkat pendapatan masyarakat, menyebabkan permintaan bahan pangan yang mempunyai nilai gizi tinggi meningkat. Pemenuhan tingkat gizi tersebut diantaranya berasal dari produk–produk peternakan. Sapi perah merupakan salah satu komoditi peternakan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan akan bahan pangan bergizi tinggi.


Pemeliharaan sapi perah beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini senantiasa didorong oleh pemerintah agar swasembada susu tercapai secepatnya. Untuk memenuhi kebutuhan susu secara nasional, perkembangan sapi perah perlu mendapatkan pembinaan yang lebih mantap dan terencana dari pada tahun - tahun yang sudah. Hal ini akan dapat terlaksana apabila peternak - peternak sapi perah dan orang yang terkait dengan pemeliharaan sapi perah bersedia melengkapi diri dengan pengetahuann tentang pemeliharaan sapi perah. 

Susu yang diproduksi selama ini belum memenuhi kebutuhan konsumsi, dikarenakan populasi sapi perah yang relatif masih sedikit, produktivitas sapi perah yang sudah ada masih belum memuaskan karena pemuliaannya belum dilaksanakan secara lebih terarah dan berkelanjutan serta tingkat pengetahuan peternak sapi perah pada umumnya belum memadai dalam pengelolaan sapi perah berproduksi tinggi



2.      Tujuan dan manfaat praktikum

a.       Agar mengetahui manajemen pemeliharaan sapi yang baik.

b.      Mengetahui potensi pengembangan ternak sapi perah

c.       Untuk mengetahui layak atau tidaknya mengembangkan ternak sapi perah

d.      Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan konsumsi susu





II.    MATERI DAN METODE

Sapi adalah hewan ternak terpenting sebagai sumber daging, susu, tenaga kerja dan kebutuhan lainnya. Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging di dunia, 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit. Sapi berasal dari famili Bovidae. seperti halnya bison, banteng, kerbau (Bubalus), kerbau Afrika (Syncherus), dan anoa. Domestikasi sapi mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM.


Sapi diperkirakan berasal dari Asia Tengah, kemudian menyebar ke Eropa, Afrika dan seluruh wilayah Asia. Menjelang akhir abad ke-19, sapi Ongole dari India dimasukkan ke pulau Sumba dan sejak saat itu pulau tersebut dijadikan tempat pembiakan sapi Ongole murni. Pada tahun 1957 telah dilakukan perbaikan mutu genetik sapi Madura dengan jalan menyilangkannya dengan sapi Red Deen. Persilangan lain yaitu antara sapi lokal (peranakan Ongole) dengan sapi perah Frisian Holstein di Grati guna diperoleh sapi perah jenis baru yang sesuai dengan iklim dan kondisi di Indonesia.


Setelah mengetahui bahwa sapi perah sangat bermanfaat dan sangat berpengaruh dalam menghasilkan produksi hasil peternakan maka peternakan sapi perah layak untuk di kembangkan, serta kondisi alam di indonesia juga mendukung  dalam penyediaan sumber bahan pakan bagi ternak, untuk lebih jelasnya  mengetahui potensi pengembangan sapi perah, maka di lakukan praktikum.



Praktikum dilaksanakan di Eksperimental Farm yang dilakukan untuk mengetahui kondisi serta keadaan peternakan sapi perah, praktikum dilaksanakan  dengan metode observasi serta mendengarkan dan mencatat keterangan – keterangan dengan alat tulis dari pihak Eksperimental farm sehingga dapat di ketahui secara langsung potensi serta peluang mengembangkan usaha peternakan sapi perah.



III. PEMBAHASAN HASIL PRAKTIKUM
Struktur Organisasi

KETUA
Unit sapi perah 24 ekor
Unit Sapi potong 82 ekor
Unit kambing / domba        10/8 ekor
Unit ayam 5000, ekor 1000 milik PMW
Unit rumput
Unit limbah
Unit administrasi
Unit pelayanan
Unit keuangan
Sufriyanto
   SEKERTARIS                                                                           BENDAHARA
     Nur Hidayat                                                                                     Suprapto


Praktikum dilaksanakan di Experimental Farm dengan data sebagai berikut :
I.       IDENTITAS PERUSAHAAN
Nama                           : Experimental Farm
Alamat                        : Jl. Dr. Suparno
Struktur Organisasi     :
Sejarah berdirinya       :
No telefon                   : 0281624921
II.    TERNAK DAN MANAJEMEN
1.      Jumlah ternak
Tabel 1. jumlah ternak
No
Nama Sapi
Umur/ Laktasi ke
Produksi susu/hari/liter
Kualitas Susu
Keterangan
1





2





3





4





5





6





7






2.      Pengadaan bibit
a.       Asal ternak      : Bandung, Garut, Banyumas ( Lokar Tumiyang/
Kutiyang)
b.      Jumlah awal     :           , Nilai Rp. 12-13 juta(dara bunting biasa)
           Rp. 15 juta (dara bunting super)
3.      Pemberian pakan
Tabel 2. pemberian pakan
Jenis pakan
Asal
Jumlah /ekor
Frekwensi pemberian
Keterangan
Konsentrat
Onggok 30%
Pollard 20%
Bungkil kelapa 18%
Dedak 10%, Tepung jagung halus 9%
Mineral 1%
Kapur dolomit 0,5%
Garam 1%
Bungkil kedele 10%
1% BB
Pagi – Siang

Hijauan
Rumput gajah
10% BB
Pagi – Siang


4.      Pengadaan Obat – obatan dan vaksin :
Tabel 3. obat - obatan dan faksin
Jenis Penyakit
Obat/vaksin
Biaya(Rp)
Keterangan
dystocia


Susah melahirkan
Retensi plasenta
Garam kasar, pucuk daun bambu,(rivanol, baactrim, suffamelamin)
Harga 5% dari sapi(yang dalam kurung)
Selama ±48 jam
Mastitis
Cloxagel, amplox, supremastricot

Rp.12000,00
Rp.30000,00

Bloot
Asam kamal, gula jawa, trocor, alimponi
tymponisol





Rp.50000,00
Kembung sapi akibat pergantian pakan
Pyometra


Keluar nanah ( menyebabkan tidak bisa bunting lagi
bruselosis
Bruselin

Keguguran, menular pada orang)

5.      Bangunan
Tabel 4. Kandang
Jenis kandang
Ukuran
Kapasitas
keterangan

7x21
24


3x3



3x2



3x3











III.  PRODUK DAN PEMASARAN SUSU
Jumlah susu 113 liter/hari
Harga susu/liter Rp.
Transportasi : -penjualan sapi afkir, jantan, muda dll (kapan, pada umur berapa) dengan harga :
Sapi afkir                : Rp. 3-5 juta
Sapi afkir gemuk    : Rp. 8-10 juta

Lain – lain (pupuk/kotoran) :
Pupuk granol Rp.5000,00
Pupuk kambing Rp.10.000,00

IV. KENDALA DAN CARA PENANGANANNYA
Ø  Kendala
Þ    Adanya penyakit
Þ    Adanya mahasiswa praktikum
Þ    Kesulitan mengatur pegawai
Þ    Keamanan
Þ    Tidak ada pegawai pada libur besar
Ø  Cara penanganan
Þ    Pemberian obat – obatan
Þ    Meningkatkan keamanan
Þ    Adnya V atau keuntungan untuk para pegawai
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Sudono, Adi, dkk. 2003. Beternak Sapi Perah Secara Intensif. PT Agromedia Pustaka. Jakarta
Vrindawan, Made.2011. Potensi Pengembangan Ternak Sapi Perah. http://made-vrindawan.blogspot.com/2011/09/potensi-pengembangan-ternak-sapi-perah.html.diunduh pada 28 Maret 2012


EmoticonEmoticon