Share a General Science : The Farm, Papers, Internet, Computer, Blogging.

Friday, December 27, 2013

Makalah Akuntansi Pengendalian Manajemen Melalui Penyusunan Anggaran





Pengendalian Manajemen Melalui Penyusunan Anggaran

( PT Perkebunan Nusantara V)
ANGGITA YUNI NASTITI
C1C011002






Abstrak
Persaingan usaha yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk beroperasi efektif dan efesien,oleh karena itu perlu disusun anggaran yang baik. Anggaran yang sudah disahkan merupakan komitmen manajer pusat pertanggungjawaban oleh karena itu anggaran dijadikan alat pengendalian kegiatan yang disebut Pengendalian melalui budget. prakteknya anggaran memiliki fungsi yaitu sebagai fungsi perencanaan, fungsi koordinasi, fungsi komunikasi, fungsi motivasi, fungsi pengendalian dan evaluasi Pada hakikatnya suatu anggaran itu merupakan bagian yang sangat penting untuk  perencanaan efektif jangka pendek dan control dalam organisasi. Contohnya penyusunan anggaran pada PT Perkebunan Nusantara V yang dimulai dari forecast penjualan untuk tahun anggaran yang bersangkutan yang kemudian dari forecast penjualan disusun rencana produksi dan rencana kerja masing-masing cost center. Anggaran biaya yang dibutuhkan serta anggaran investasi akan dilampirkan dalam proses penyusunan anggaran.
Kata kunci:  penyusunan anggaran, pengendalian melalui budget

Pendahuluan
Persaingan usaha yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk beroperasi seefektif dan seefesien mungkin, oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mengetahui bagaimana penyusunan anggaran yang baik agar dapat menarik investor dan kreditor Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif orang lain. Dengan adanya anggaran kita dapat mengestimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dapat dinyatakan dalam ukuran finansial
Proses penyusunan anggaran merupakan proses penyusunan rencana jangka pendek, yang dalam perusahaan berorientasi laba, pemilihan rencana didasarkan atas dampak rencana kerja tersebut terhadap laba. Sistem penganggaran memiliki peran yang penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Keberhasilan anggaran untuk mendukung tujuan perusahaan dapat ditentukan dari sejauh manakah anggaran dapat memenuhi fungsi-fungsinya. Hal ini tidak terlepas dari sistem penganggaran yang direncanakn dengan baik. Permasalahan yang dihadapi adalah apakah sistem penganggaran yang diterapkan perusahaan dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan dengan maksimal.

Pembahasan
1.      Hakikat Anggaran
Anggaran adalah rencana terinci yang disusun secara sistematis dan dinyatakan dalam ukuran kuantitatif, menunjukan perolehan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam satu tahun. Penyusunan Anggaran adalah proses penentuan peran setiap manajer dalam melaksanakan program. Anggaran yang sudah disahkan merupakan komitmen manajer pusat pertanggungjawaban oleh karena itu anggaran dijadikan alat pengendalian kegiatan yang disebut Pengendalian melalui budget. Anggaran memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut :

  • Anggaran mengestimasi kan potensi laba dari unit bisnis tersebut 
  • Dinyatakan dalam istilah moneter 
  • Biasanya meliputi waktu selama satu tahun 
  • Merupakan komitmen manajemen
  • Usulan anggaran ditinjau dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi
  • Setelah disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu 
  •  Secara berkala, kinerja keuangan actual dibandingkan dengan anggaran


2.      Hubungan dengan Perencanaan Strategis
Proses penyusunan anggaran fokus pada satu tahun, sementara perencanaan strategis focus pada aktivitas-aktivitas yang mencakup periode beberapa tahun. Perencanaan strategis mendahului penyusunan anggaran dan menyediakan kerangka kerja yang dikembangkan. Rencana strategis intinya terstruktur berdasarkan lini produk atau program lain, sementara anggaran terstruktur berdasarkan pusat tanggung jawab.

3.      Perbedaan terhadap Kegiatan Peramalan
Pengangaran
Peramalan
1.      Ukuran moneter
2.      Berjangka satu tahun
3.      Berisi komitmen manajemen untuk mencapai
4.      Ditelaah dan disetujui penguasa yang lebih tinggi
1.Ukuran moneter atau bukan moneter
2.sembarang jangka waktu
3.peramal tidak bertanggungjawab atas tercapainya ramalan
4. tidak selalu disetujui penguasa yang lebih tinggi
4.      Fungsi Anggaran
a.         Fungsi Perencanaan
Langkah- langkah  dalam perencanaan yaitu penentuan tujuan,  penentuan strategi pokok, penyusunan program, dan penyusunan anggaran. Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan jangka pendek
b.        Fungsi Koordinasi
Anggaran berfungsi sebagai alat mengkoordinasikan rencana dan tindakan berbagai unit dalam organisasi agar bekerja sesuai tujuan.
c.         Fungsi Komunikasi
Dalam organisasi perlu dilakukan komunikasi meliputi penyampaian informasi yang berhubungan dengan tujuan, strategi, kebijaksanan, rencana, pelaksanaan dan penyimpangan yang timbul agar dalam penyusunan anggaran berbagai unit dapat berperan serta dalam proses anggaran.
d.        Fungsi Motivasi
Anggaran berfungsi sebagai alat untuk memotivasi pelaksana dalam mencapai tujuan. Motivasi ini dapat berupa pemberian insentif berupa uang maupun penghargaan.
e.         Fungsi Pengendalian dan Evaluasi
Anggaran sebagai alat pengendalian karena berisi komitmen pelaksana yang ikut serta dalam penyusunan anggaran . Pengendaliannya dengan membandingkan rencana dan realisasi.
f.         Fungsi Pendidikan
Anggaran berfungsi sebagai alat mendidik manajer mengenai bagaimana bekerja pada pusat pertanggungjawaban dan berhubungan dengan pusat pertanggungjawaban lain dalam organisasi.

5.      Keunggulan, Keterbatasan dan Syarat Anggaran
`     Keunggulan anggaran dalam organisasi yaitu antara lain : a) menyediakan pendekatan disiplin untuk menyelesaikan masalah, b) menyediakan cara – cara untuk memformalisasi usaha perencanaan, c) menutup kemacetan potensial sebelum kemacetan tersebut terjadi, d) mengkoordinasikan, menghubungkan dan membantu mengarahkan investasi dan semua usaha organisasi pada saluran yang paling menguntungkan.
Beberapa keterbatasan anggaran yaitu : a) estimasi dan proyeksi tidak tepat, b) kondisi dan asumsi berubah, c) tidak ada kerjasama dan koordinasi, d) dipandang sebagai pengganti pertimbangan manajemen. Syarat – syarat yang harus dipenuhi sebagai anggaran yang baik yaitu: a) adanya organisasi perusahaan yang sehat, b) adanya sistem akuntansi yang memadai, c) adanya penelitian dan analisis dan d) adanya dukungan para pelaksana.

6.      Jenis – Jenis Anggaran
a.     Anggaran operasi
Anggaran operasi adalah anggaran kegiatan dalam rangka mencapai tujuan laba tahun yang akan datang. Anggaran operasi dibagi menjadi 1) anggaran perusahaan secara menyeluruh dan setiap unit bisnis, 2) anggaran setiap pusat pertanggungjwaban dan setiap program, 3) anggaran pendapatan, beban, dan laba, 4) anggaran beban fleksibel dan anggaran statis, 5) periode anggaran : bulan atau triwulan.
b.    Anggaran pengeluaran modal
Anggaran pengeluaran modal adalah anggaran berupa daftar rencana yang disetujui oleh manajemen mengenai proyek pemilikan fasilitas dan ekuipmen baru beserta taksiran biaya setiap proyek dan pengeluaran modal dalam tahun anggaran.
c.     Anggaran Kas
Anggaran kas adalah anggaran yang menunjukan elemen – elemen dan jumlah kebutuhan kas dan sumber – sumber kas suatu organisasi tahun yang akan datang. Manajer keuangan menggunakan anggaran kas untuk menyusun rencana dan untuk menjamin bahwa kas dalam tahun anggaran cukup , tidak terlalu besar atau terlalu kecil.
d.    Anggaran Neraca
Anggaran neraca adalah anggaran yang menunjukan implikasi berbagai macam anggaran pada elemen – elemen neraca yaitu aktiva, utang, dan modal tahun yang akan datang.

7.      Elemen – Elemen Anggaran Operasi
            Anggaran operasi berisi dua bagian penting yang terdiri atas anggaran program dan anggaran pertanggungjawaban. Anggaran program berisi estimasi rencana pendapatan dan biaya program utama organisasi. Anggaran pertanggungjawaban menentukan rencana aktivitas yang akan dilaksanakan oleh setiap pusat pertanggungjawaban. Anggaran pusat pertanggungjawaban digolongkan menjadi anggaran biaya , anggaran pendapatan dan anggaran laba.

8.      Proses Penyusunan Anggaran
            Penyusunan anggaran berhubungan dengan peran departemen anggaran dan komite anggaran. Departemen anggaran adalah departemen yang bertugas mengadministrasikan aliran informasi sistem pengendalia melalui anggaran. Komite anggaran adalah komite yang dibentuk oleh manajemen puncak untuk mengkoordinasikan proses manajemen dalam penyusunan anggaran. Langkah – langkah dalam penyusunan anggaran biasanya sebagai berikut: a) Menentukan garis pedoman perencanaan, b)Menyiapkan anggaran penjualan, c)Menyiapkan komponen anggaran lainnya, d) Negosiasi atau perundingan untuk menyesuaikan rencana final komponen anggaran, e)Mengkoordinasikan dan menelaah komponen – komponen anggaran berupa pemeriksaan,dan persetujuan , f) Revisi dan pengesahan anggaran final dan g) Pendistribusian anggaran yang telah disahkan.

9.      Revisi Anggaran
            Dalam hal ini terdapat dua pendapat yaitu tidak perlu revisi anggaran dan perlu revisi anggaran. Pendapat tidak perlunya revisi mendasarkan pada revisi memerlukan waktu, pemikiran dan biaya, Sedangkan pendapat perlu revisi anggaran mendasarkan pada anggaran diharapkan dapat selalu digunakan untuk mengukur prestasi unit organisasi.

10.  Tahap – Tahap Penyusunan Anggaran
a.         Memahami SWOT (Stregth, weakness, opportunities and threats)
b.        Memahami perumusan strategi dan perencanaan strategis
c.         Mengkomunikasikan tujuan, strategi pokok dan program
d.        Memilih taktik,mengkoordinasi dan mengawasi operasi
e.         Menyusun usulan anggaran
f.         Menyarankan revisi usulan anggaran
g.        Menyetujui revisi usulan anggaran dan merakit menjadi anggaran perusahaan
h.        Revisi dan pengesahan anggaran perusahaan

11.   Aspek Perilaku Manusia
            Demi tercapainya sebuah tujuan, penyusunan anggaran harus partisipatif bukan otoritatif. Anggaran partisipatif adalah anggaran yang penyusunannya berdasarkan partisipasi manajer setiap pusat pertangungjawaban untuk mengusulkan anggaran serta menjelaskan dan memberikan alasan mengenai usulan sesuai kompetensinya. Anggaran otoritatif adalah anggaran yang penyusunannya hanya dilakuan oleh manajer puncak. Anggaran statis adalah anggaran yang hanya disusun untuk satu level aktivitas. Anggaran fleksibel adalah anggaran yang disusun pada berbagai aktivitas. Beberapa pemikiran motivasi dalam persiapan pelaksanaan anggaran yaitu:
a.       Partisipasi dalam Proses Penyusunan Anggaran
Suatu prose anggaran bisa bersifat dari “atas-ke-bawah” atau dari “bawah-ke-atas.”  Dengan penyusunan anggaran dari atas-ke-bawah, manajemen senior menetapkan anggaran bagi tingkat yang lebih rendah. Dengan penyusunan anggaran dari bawah-ke-atas, manajer tingkat yang lebih rendah berpartisipasin dalam menentukan besarnya anggaran.
b.      Derajat Kesulitan dari Target Anggaran
Anggaran yang ideal adalah anggaran yang menantang tetapi dapat dicapai. Seorang manajer yang berkinerja baik mempunyai kesempatan paling tidak 50% untuk mencapai jumlah anggaran, oleh karna itu perlu disediakan bonus untuk kenerja actual yang melebihi anggaran.
c.       Keterlibatan Manajemen Senior
Hal ini perlu supaya system menjadi lebih efektif dalam memotivasi pembuat anggaran. Tanpa partisipasi aktif akan ada penyimpangan dalam pembuatan anggaran.
d.      Departemen Anggaran
Departemen anggaran memiliki masalah keperilakuan yang sangat sulit. Departemen ini harus menganalisis anggaran secara rinci, dan yakin bahwa anggaran disusun dengan memadai dan informasinya akurat. Oleh karena itu diperlukan reputasi sebagai orang yang tidak memihak dan adil.

12.   Menjual Anggaran
             merupakan proses yang dilaksanakan oleh pengusul anggaran untuk meyakinkan manajemen atasannya dan komite anggaran agar usulannya dapat diterima tanpa revisi. Beberapa saran untuk menjual anggaran yaitu:
a.         Kenali pendengar anda
b.        Buatlah penyajian yang profesional
c.         Mengkuantitaskan bahan usulan anggaran
d.        Menghindari keheranan
e.         Menentukan prioritas

13.   Menyusun  Anggaran Induk
            Anggaran induk merupakan suatu jaringan kerja yang berisi berbagai macam anggaran yang dipisah tetapi saling berhubungan. Anggaran induk disusun untuk jangka waktu satu tahun dan terdiri atas : anggaran penjualan, anggaran persediaan, anggaran produksi,anggaran biaya bahan baku, angggaran biaya tenaga kerja langsung, anggaran biaya overhead pabrik, anggaran harga pokok produksi dan harga pokok penjualan, anggaran nonproduksi, anggaran laba rugi, anggaran kas dan anggaran neraca

14.   Teknik Kuantitatif Penganggaran
             Teknik – teknik kuantitatif mencakup:
a.         Simulasi yaitu metode untuk membentuk model situasi riil dan digunakan untuk menarik konklusi – konklusi situasi nyata.
b.        Estimasi Probabilitas yaitu teknik statistika untuk memperhitungkan ketidakpastian faktor – faktor penentu laba sesuai distribusi frekuensi transaksinya.
c.         Anggaran kontingensi yaitu teknik untuk mengidentifikasikan tindakan – tindakan manajemen jika terjadi penurunan volume penjualan dari yang diantisipasikan pada saat menyusun anggaran.

Contoh dari penyusunan anggaran yaitu penyusunan anggaran pada PT Perkebunan Nusantara V. Proses penyusunan anggaran di PTPN V antara lain setiap manajer departemen menyusun anggaran masing-masing departemen diajukan di rapat Tim Penyusun Anggaran dengan menguraikan analisa SWOT, kemudian anggaran diajukan kepada direktur utama untuk diperiksa, kemudian dikirimkan kepada setiap pusat pertanggungjawaban, kepala pusat-pusat pertanggungjawaban menyusun rencana anggaran operasi dan rencana anggaran investasi, setelah itu rencana anggaran dituangkan dalam bentuk RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan).Anggaran yang sudah disetujui direktur diajukan kepada komisaris. Apabila komisaris kemudian menyetujui maka RKAP ini di bawa ke RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) untuk disahkan menjadi anggaran PTPN V untuk satu tahun yang datang.
Rancangan Kerja dan Anggaran Perusahaan PTPN V pada tahun 2005 diasumsikan bahwa penyusunan anggaran terdapat porsi volume penjualan, produksi cpo dijual secara langsung melalui kpb tanpa olah lanjut, hasil produksi baik cpo, kernel maupun karet pada tahun 2005 terjual seluruhnya, harga jual tidak termasuk ppn perjenis komoditi, bunga pinjaman, bunga deposito dan bunga jasa giro, dividen untuk pemegang saham sebesar 50% dari laba bersih, tingkat inflasi untuk tahun 2005 sebesar 7%, kenaikan upah secara umum sebesar 10%, operasional perusahaan menyangkut areal, produksi, biaya produksi dan penjualan, dan laporan bidang keuangan menyangkut perhitungan l/r, neraca, sumber pengguna dana dan kinerja perusahaan.

PT.PERKEBUNAN NUSANTARA V (PERSERO) – PEKANBARU
PERBANDINGAN PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI
REALISASI Thn 2003, RKAP Thn 2004, PROGNOSA Thn 2004 DAN RKAP Thn 2005
No
Uraian
Realisasi th 2003
RKAP th 2004
Prognosa th 2004
RKAP th 2005


1.
2.









Uraian
Realisasi 2004
RKAP 2005
Realisasi 2005
Perbandingan ( % )
Rp  (1)
Rp (2)
Rp (3)
3/1
3/2
KELAPA SAWIT
Biaya Tanaman
Biaya Pengolahan
Biaya Penyusutan
Biaya Produksi KS
KARET
Biaya Tanaman
Biaya Pengolahan
Biaya Penyusutan
Biaya Prod. Karet
Biaya Produksi Kebun Sendiri

463.700.000
  82.290.000
  41.640.000
587.630.000


  72.690.000
  11.870.000
   9.462.000
  93.922.000
672.552.000

517.200.000
  76.350.000
  25.950.000
619.500.000


  72.030.000
    9.437.000
    7.817.000
   89.284.000
708.784.000

441.400.000
106.000.000
  28.850.000
576.250.000


  74.260.000
  11.640.000
    7.886.000
  93.786.000
670.036.000

95,18
128,76
69,22
98,04


102,16
98,13
83,34
99,75
98,28

85,35
138,78
111,14
93,02


103,09
123,38
100,87
105,04
94,53

Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat kita ambil beberapa kesimpulan dari budget atau anggaran sebagai alat manajemen yaitu:
  1. Anggaran adalah rencana terinci yang disusun secara sistematis dan dinyatakan dalam ukuran kuantitatif, menunjukan perolehan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam satu tahun.
  2. Dalam prakteknya anggaran memiliki fungsi yaitu sebagai fungsi perencanaan, fungsi koordinasi, fungsi komunikasi, fungsi motivasi, fungsi pengendalian dan evaluasi serta fungsi pendidikan. Jenis – jenis anggaran ada empat yaitu anggaran operasi, anggaran modal, anggaran kas dan anggaran neraca.
3.      Langkah – langkah dalam penyusunan anggaran biasanya yaitu : a) menentukan garis pedoman perencanaan, b)menyiapkan anggaran penjualan, c)menyiapkan komponen anggaran lainnya, d) negosiasi atau perundingan untuk menyesuaikan rencana final komponen anggaran, e)mengkoordinasikan dan menelaah komponen – komponen anggaran, f) revisi dan pengesahan anggaran final dan g) pendistribusian anggaran yang telah disahkan.
4.      Aspek perilaku dalam anggaran ada partisipasi dalam proses pembuatan anggaran, derajat kesulitan dari target anggaran, keterlibatan manajemen senior, dan departemen anggaran.Teknik – teknik kuantitatif mencakup simulasi, estimasi dan kontingensi.
  1. Pada hakikatnya suatu anggaran itu merupakan bagian yang sangat penting untuk  perencanaan efektif jangka pendek dan control dalam organisasi. Dengan adanya suatu anggaran maka setiap perusahaan dapat mengestimasikan kinerja yang hendak di capai selama jangka waktu tertentu,mengidentifikasi sumber daya dan komitmen, dan pengangaran berperan penting dalam perencanaan, pengendalian, dan untuk pembuatan serta pengambilan keputusan.




Daftar Pustaka
Anthony, Robert. N dan Vijay Govindarajan.2003.Sistem pengendalian Manajemen.Edisi-1. Salemba Empat: Jakarta.
Supriyono, R A.2000.Sistem Pengendalian Manajemen.Edisi-1.BPFE YOGYAKARTA: Yogyakarta.



2 comments

mksh gan, dngan ini ane bisa ngerti deh cara bikin makalah akuntansi :)


EmoticonEmoticon