Share a General Science : The Farm, Papers, Internet, Computer, Blogging.

Saturday, January 30, 2016

MAKALAH TENTANG FISIOLOGI TUBUH

Daftar ISI
A.  DASAR-DASAR FISIOLOGI TUBUH
  1. Mekanisme kerja hormone pada tingkat sel
  2. Growth hormone (GH)
  3. Gangguan fungsi
B. FISIOLOGI KELENJAR HIPOFISIS
  1. Pengturan sekresi hipotalamus
  2. Kelenjar hipofisis anterior (adenohipofisis)
C. FISIOLOGI KELENJAR TIROID
  1. Gangguan fungsi kelenjar paratiroid Hiperfungsi paratiroid
D. FISIOLOGI KELENJAR TIMUS
  1. Kelainan pada kelenjar timus
E. FISOLOGI KELENJAR SUPRARENAL
F. FISIOLOGI KELENJAR PINALIS
G. FISIOLOGI KELENJAR PANKREAS
  1. Mekanisme kerja insulin
  2. Pengaturan sekresi glucagon
G. FISIOLOGI KELENJAR KELAMIN
  1. Fisiologi Kelenjar Kelamin Laki-laki
  2. Fisiologi Kelenjar Kelamin Wanita




KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH yang telah memberikan kasih karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah fisiologi tentang Kelenjar Endokrin. Makalah ini disusun untuk memenehui tugas penulis. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis butuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.



PENDAHULUAN
DASAR-DASAR FISIOLOGI TUBUH
Mekanisme dan sifat khusus tubuh manusia hidunp di luar pengendalian kita sendiri, misalnya rasa haus dan rasa lapar membuat kita mencari minum dan makan,perasaan dingin kita mencari kehangatan, dan bila ketakutan akan cari perlindungan.
          Manusia bergerak secara otomatis, mempunyai perasaan, berpikir, dan pengatahuan yang merupakan suatu rangkain kehidupan yang memungkinkan manusia hidup pada berbagai keadaan. Pada manusia, setiap gugusan sel berfungsi khusus missalnya saluran pencernaan untuk mencerna dan mengabsorbsi makanan, sedangkan system pernapasan untuk mengambil oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2).
Sistem endokrin merupakan system kelenjar yang memproduksi substans untuk digunanakn di dalam tubuh. Kelenjar endokrin mengeluarkan substansi yang tetap beredar dan bekerja didalam tubuh. Hormon merupakan senyawa kimia khsus diproduksi oleh kelenjar endokrin tertentu. terdapat hormon setempat dan hormon umum. contoh dari hormon setempat adalah: Asetilkolin yang dilepaskan oleh bagian ujung-ujung syaraf parasimpatis dan syaraf rangka. Sekretin yang dilepaskan oleh dinding duedenum dan diangkut dalam darah menuju penkreas untuk menimbulkan sekresi pankreas dan kolesistokinin yang dilepaskan diusus halus, diangkut kekandung empedu sehingga timbul kontraksi kandung empedu dan pankreas sehingga timbul sekresi enzim.

TUJUAN ILMU GISIOLOGI
Tujuan ilmu fisiologi adalah untuk menjelaskan faktor-faktor fisika dan kimia yang bertanggung  jawab  terhadap asal usil perkembangan dan kemajuan dari kehidupan  mulai dari virus/bakteri yang paling sederhana sampai kepada manusia yang paling rumit serta mempunyai  karakteristik fungsional tersendiri. Oleh karena itu, wawasan fisiologi sangat luas meliputi fisiologi virus, fisiologi bakteri, fisiologi tumbuh tumbuhan, fisiologi manusia, dan banyak lagi yang lainya. Hipofisis pars anterior menghasilkan gonadotropin yang berfungsi merangsang kelenjar gonad untuk menghasilkan hormone kelamin.
          Bila hormone kelamin dalm peredaran darah mencapai keadaan yang berlebih sehingga produksi hormone lebih tinggi, maka hormone kelamin akan menghambat hipofisis untuk mengurangi produksi hormon gonadrotropin sehingga hormon seks menurun mencapai kadar opsimum.
          Hormon harus dihasilkan oleh sel yang hidup dan sehat. Hormone yang dihasilkan dan diaktifkan diluar kelenjar yaiyu renim,dihasilkan oleh ginjal. Setelah aktif mengalami konversi dalam plasma darah menjadi angiotensin. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar indokrin menghasilkan beberapa macam zat yang secara fungsional dapat dikualifikasiluasikan sebagai hormon, secara kimia dikatagorikan sebagai kimia organik.





Mekanisme kerja hormone pada tingkat sel
Mekanisme utama pada hormon dan melekul yang berkaitan dengan hormon  tersebut menghasilkan efeknya melalui stimulasi kerja enzim yang ada dalam sel dan menaktivasi gen yang terlibat melalui transkripsi (sintesis) dan translasi (rantai peptide).
1.     HORMON YANG BERMOLEKUL  BESAR (POLIPEPTIDA DAN PROTEIN)
Tidak dapat menembus sel sehingga bekerja dalam permukaan sel secara mengikat pada reseptor khas disebelah luar membrane sel tersebut, merangsang enzim adenilat siklase dan sel sehingga terbentuk Adenosin mono phosphat (AMP) siklik.
Ada pengecualian pada insulin, prolaktin, dan growth hormon (GH). Dimana mekanismekerjanya tidak mengikuti pola di atas. Selanjutnya, AMP siklik dapat mengaktifkan  kinase-kinase (enzim-enzim) protein tertentu di dalam sel untuk mengingduksi serangkaian reaksi metabolik di dalam sel sasaran.
2.     HORMON YANG MELEKULNYA KECIL (HORMON STEROID DAN HORMON TIROID)
Hormon ini mempunyai pengaruh terhadap spectrum jenis sel-sel sasaran yang lebih luas.hormon steroid menembus membran sel yang berkaitan dengan reseptor protein khas sitoplasma. Ikatan kompleks steroid reseptor masuk ke dalam inti sel dan berkaitan dengan kromatin yang mengaruhi ekskresi gen sehingga menjadi perubahan pada kegiatan polimerasi. Ribo Nucleic Acid (RNA) yang tergantung pada Deoxyribo Nucleic  Acid (DNA) Akibatnya, terjadi kenaikan/penurunan kecepatan produksi RNA yang selanjutnya memengaruhi produksi protein yang khas.  

Growth hormone (GH)
Growth hormone memengaruhi berbagai metabolisme berikut,
1.     METABOLSME PROTEIN. Merangsang pembentukan kolagen, metabolism elektrolit menahan N, P, Ca, K dan Na dengan cara meningkatkan absorbs ion Ca di seluruh pencernaan serta menurunkan ekskresi ion Ca dan ion K melalui ginjal.
2.     METABOLISME KARBOHIDRAT. Mempunyai efek meningkatkan pelepasan glukosa dari sel hati dan menerunkan kepekaan sel terhadap insulin.
3.     METABOLISME LEMAK. Menimbulkan akadar asam lemak benas dalam plasma darah. Gangguan sekresi GH.
a.     Defisiensi GH, sebelum masa pubertas menyebabkab Darwinism (teori evolusi) yaitu kecil/abnormal, pertumbuhan yang tidak sesuai dengan umur. Pada orang dewasa tidak ada efeknya, hanya sedikit kehilangan protein.
b.     Hipersekresi GH:tumor sel asidofl (jasad renik tumbuh dalam suasan asam). Pada usia belum pubertas menimbulkan gigantism (pertumbuhan abnormal) yaitu tinggi badan melebihi normal karena epifise tulang panjang belum menutup, sedangkan pada usia dewasa terjadi akromegali.



GANGGUAN FUNGSI
1.     HIPOFUNGSI
a.     Perubahan yang melibatkan defisiensi hormon GH, TSH, dan ACTH.
b.     Gangguan pada hipotalamus
2.     HIPERFUNGSI
Biasanya disebabkan oleh tumor sel-sel adenohipofisis yang menyekresi
HipersekresiGH,meninbulkan gigantisme/akromegalia bergantung pada usia terjadinya hiperkresi, pembesaran alat viseral dan hipertropi jaringan bawah kulit.



Hormon thirotropik, thyroidstimulating hormone (TSH)
Mengendalikan kelenjar teroid untuk menghasiulkan hormone tiroksin. Sel-selnya besar dan berbentuk polyhedral dan mengandung granula kecil yang berdiameter 50-100 nm. Fungsinya menstimulus pebesaran tiroid, menambah uptake yodium, dan menambah sintesis tiroglobulin. Hormon-hormon dari kelenjar tiroid menyebabkan menurunnya jumlah sel-sel tirotropik yang merupakan resebtor terhadap tyroid releasing factor  (TRF) dan menyebabkan menurunnya sekresi hormone TSH.

FISIOLOGI KELENJAR HIPOFISIS
Fungsi kelenjar hipofisis diatur oleh sumsum saraf pusat melalui hipotalamus pengaturan dilakukan oleh sejumlah hormone yang dihasilkan oleh hipotalamus akibat rangsangan suaunan saraf pusat. Hormone yang mengatur fungsi hipofisis dihasilkan oleh sel-sel neuron sekretoris yang terdapat didalam hipotalamus, sedangkan pengaturan hipofisis oleh sususnan saraf pusat dilakukan melalui mekanisme gumoral melalui pembuluh darah.
          Pemasokan darah pada kelenjar hipofisis dilakukan oleh ateri karotis internal cabang dari pembuluh darah lingkaran Willis dan anteri hipofisis yang membentuk suatu anyaman membentuk umparan kapiler. Beberapa macam vena porta melalui tangkai hipofisis lobus anterior.

Pengturan sekresi hipotalamus
Hampir semua sekresi kelenjar hipotalamus diatur oleh hormone dan sinyal saraf yang berasal dari hipotalamus. Kecepatan sekresi berbagai hormone yang berbeda-beda. Berbagai hormone di dalam darah dapat menghambat atau mempercepatrangsangan dari hipotalamus.
Bagian bagian kelenjar hipofisis adalah sebagai berikut.

Kelenjar hipofisis anterior (adenohipofisis)
Mengandung banyak jenis sel sekretorik, biasanya terdapat satu jenis sel untuk setiap hormone terutama yang dibentuk dalam kelenjar hipofisis.jenis hormone yang dihasilkan oleh hip[ofisis anterior adalah sebagai berikut.
a.                 Hormon somatotropin (hormone prtumbuhan)
Hormon ini menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubuh, menambah ukuran sel, dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel.
Disamping itu hormone pertumbuhan berfungsi untuk:
·                    Meningkatkan kecepatan sintesis protein diseluruh tubuh,
·                    Meningkatkan metabolism asam lemak dari jaringan adiposa,
·                    Merupakan kecepatan pemakaian glukosa seluruh tubuh.
Dalam waktu beberapa menit kecepatan sekresi hormone pertumbuhan akan meningkat dan menurun terutama yang berkaitan dengan stress,keadaan nutrisi(misalnya:kelaparan dan hipoglikemi),ketegangan dan trauma. Kadar hormone pertumbuhan akan meningkat jika orang dalam keadaan berolahraga. Pengaturan sekresi hormone pertumbuhan ini oleh kelenjar hipofisis dilskuksndengan keseimbangan dan lebih banyak di sekresi oleh hipotalamus.
b.                 Hormon kortikotropik atau corticotropik releasing factor (CRF)
Hormon ini merupakan polipeptida dengan berat melekul 1000-5000, didapatkan diserebrum, serebellum dan talamus. Pada keadaan konsentrasi CRF dalam hipotalamus menurun dan pemberian kortison menyebabkan efek CRF terhadap reaksi adeno cortico tropic hormone (ACTH) oleh hipofisis terhambat.
c.                  Hormon tirotropin atau thirotropin releasing factor (TRF)
Merangsang sekresi TRH dan merupakan mekanisme untuk dapat menghasilkan hormone dengan melakuka sintesis proktein. Menghambat kerja TRF namun tidak mengurangi produksi prolaktin. Hormone somatotropin juga dapat menhambat kerja TRF. Akiba hambatan ini,tiroit stimulating hormone (TSH) tidak dapat disekresikan. Efek TRF terhadap perilaku di perkirakan akan memengaruhi sel-sel saraf terhadap sinesta penguraian zat yang di hasilkan oleh saraf itu sendiri.
d.                 Hormone gonadotropin atau gonadotrophin releasing factor (GnRF)
Hormon ini mempunyai daya kerja merangsang sekreasi  folikel stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) agar mampu menghasilkan hormon gonat (estrogen dan progesterone). Pada seorang wanita, pemberian progesterone dalam jangka pendek mempunyai efek menurun respon hormone gonadotropin terdapat rangsangan GnRF dan bila diberikan dalam jangka panjang akan meningkat rangsangan GnRF. Bila estrogen diberikan pada laki-laki akan terlihat gejala-gejala respon gonadotropin terdapat GnRF menurun, sebaliknya jika lestosteron yang diberikan penghambatan respon gonatropin terdapat GnRF tidak begitu jelas.
·        Lutein hormon :sel-sel nya berbentuk angular dan terdapat diseluruh hipofisis, mengandung sekretori granules dan hormone stimulating untuk merangsang perkembangan folikel de graf dalam ovaring dan membentuk  spermatozoa  pada stetis untuk merangsang gaametosis laki-laki.
·        Folikel stimulating hormone : mengendalikan sekreasi  ektrogen dan trogesteron dalam ovarium, memengaruhi luteinisasi pada wanita dan pada laki-laki disebut sebagai interstial cel stimulating hormone (ICSH) yang memengaruhi produksi testoteron dalam testis.
·        Prolaktin hormone (luteo tropic hormone ): mulai mempertahankan laktasi dengan memengaruhi langsung pada kelenjar-kelenjar susu di mamae
·        Melanosit stimulating hormone (MSH): memengaruhi melanosip dalam kulit.


       
1.                 Kelenjar hipofisif posterior (neurohipofisis)
  Sel-sel ini disebut pituisit, yang bekerja sebagai struktur penunjang bagi ujung-ujung saraf. Sekresi hormone berlangsung normal. Hormone ini disintesis dalam badan sel, selanjutnya bergabung dengan protein pembawa untuk mencapai kelenjar yang membutuhkan. Kelenjar ini terletak pada neukleus suprsobtik dan para ventrikuler hipotalamus selanjutnya dibawa kekelenjar hipofisis posterior didalam absoplasma serat-searat neuron yang berjalan dari hipotalamus .
a.     Hormone anti diuretic(ADH) : dibentuk dalam neukleus supraoktif  dan mengandung asam amino. Mekanisme kerja ADH adalah meningkatkan permeabilitas duktus untuk mereabsorpsi sebagian sebar air yang di simpan dalam tubuh dan mempermudah difusi bebas air dari tubulus cairan tubuh kemudian diabsorpsi secara osmosis.
b.     Pengaturan produksi ADH:bila cairan ekstraseluler menjadi terlalu pekat, maka cairan ditarik proses osmosis keluar dari sel osmoreseptor sehingga mengurangi ukuran sel dan menimbulkan sinyal saraf dalam hipotalamus untuk menyekresi ADH tambahan, sebaliknya , bila cairan ekstraseluler terlalu encer, air bergerak melalui osmosis dengan darah berlawanan masuk ke dalam sel. keadaan ini akan menurunkan sinyal saraf untuk menurunkan sekresi ADH.
c.   Salah satu rangsanganyang menyebabkan sekresi ADH menjadi kuat adalah penurunan volume  darah. Keadaan ini terjadi secara hebat saat folume darah turun 15-25%  dengan kecepatan sekresi meningkat 50x dari normal. Peranan penting dalam proses pembentukan laktasi adalah menyebabkan timbulnya pengiriman air susu dari alvioli ke duktus  sehingga dapat diisap oleh bayi.




Hormon hormon hipotalamus.  Kelenjar ini menghasilkan bermacam-macam hormon yang dialirkan pembuluh ke dalam darah didalam tubuh untuk mencapai organ tujuan. Pada sel-sel didalam hipotalamus akan dipengaruhi kerjanya oleh hormone yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin lain.




FISIOLOGI KELENJAR TIROID
Kelenjar ini dinamakan glandula thytiroidea yang terletak di leher berdekatan dengan tulang rawan tiroid, kelenjar ini menghasilkan hormon yang memegang peranan penting yang mengatur metabolism dalam tubuh, hormon yang dihasilkannya merangsang laju sel-sel dalam tubuh untuk melakukan oksidasi terhadap bahan makanan dan memegang peranan pengawasan metabolisme secara keseluruhan.
          Hormon tiroid dari sel kelenjar memerlukan bantuan tiroid stimulating hormone (TSH) untuk endosintosis kloid oleh mikrovili. Enzim proteolitik berfungsi untuk memecahkan ikatan hormon  triiodothyronine (T3) tetraiodo thyronine (T4) dari triglobulin dan melepaskan t3 dan t4 ke peredaran darah. Distribusi dalam plasma terikat pada protein plasma protein bound lodine(PBI). Sebagian besar PBI T3 terikat pada protein  jaringan yang bebas dalam keadaan seimbang. Reaksi yang diperlukan untuk sintesis dan sekresi hormon tiroid adalah sebagai berikut.
1.     Transport aktif iodide (senyawa yodium) dari plasma ke dalam tiroid dan lumen dari folike-folikel. Proses ini dibentuk oleh TSH.
2.     Dalam kelenjar tiroid, iodida dioksidasi sehingga menjadi iodineyang aktif yang dibantu oleh TSH.
3.     Idiotirosin mengalami perubahan kondensasi oksidatif dengan bantuan peroksidase. Reaksi ini terjadi dalam melekul triglobulin dan membentuk iodotironim di antara T4 dan T3 yang terikat pada tirosin dalam kelenjar tyroid yang didapat dalam bentuk tiroksin.
4.     Tahab terakhir pelepasan iodothyronine  yang bebas kedalam darah adalah setelah triglobulin dipecah melalui proses hidrolisis oleh sustu protein T4 dan T3 bebas dalam kelenjar tiroid akan membuat iodothyninedapat lepas dalam darah.


Efek T3 dan T4 adalah sebagai berikut.
1.     Kalorigenik
a.     Meningkatkan konsumsi oksigen di semua jaringan kecuali pada orang dewasa ( otak, limpa, hipofisis anterior, testis, uterus, dan kelenjar limfe ).
b.     Bergantung pada banyak katekolamin.
c.      Merangsang metabolisme zat pada sel glikogenolisis dalam sel hati. Katabolisme protein dan lemak terjadi pada tulang dan otot.
d.     Meningkatkan produksi panas.
2.     Pertumbuhan dan perkembangan
a.     Merangsang sekresi growth hormone.
b.     Memperkuat efek growth hormone.
c.      Mengaruhi sel-sel saraf dan perkembangan mental pada anak balita serta janin.

Sel-sel dari folikel tiroid menyebabkan yodium dalam bentuk yodida diserab dari pembuluh kapiler yang terdapat di sekeliling setiap folikel. Yodida yang di serap akan bergabung dengan protein membentuk  thyroglobulin yang kemudian akan disekresi ke dalam lumen dari setiap folikel dan membentuk kiloid, thyroglobulin kemudian di uraikan oleh enzimproteolitis menjadi tirosin yang merupakan salah satu hormone dari kelenjar tiroid, didalam pembuluh darah, tiroksin akan berkaitan dengan melekul protein.
Beberapa fungsi hormone tiroid adalah sebagai berikut.
1.     Memengaruhi pertumbuhan dan mutarasi (pematangan) jaringan tubuh, serta penggunaan energy total.
2.     Mengatur kecepatan metabolisme tubuh dan memengaruhi beberapa reaksi metabolic dalam tubuh,
3.     Menambah sintesi ribonuklear acid (RNA) dan protein suatu aksi yang mendahului meningginya basal metabolisme.

Beberapa fungsi kelenjar paratiroid adalah sebagai berikut,
1.     Memelihara konsentrasi ion kalsium yang tetap pada plasma dalam batas yang sempit meskipun terdapat variasi-variasi yang luas.
2.     Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat oleh ginjal, mempunyai efek terhadap reapsorpsi tubelur dari kalsium dan sekresi fosfor.
3.     Mempercepat absorpsi kalsium di intestinal.
4.     Jika pemasukan kalsium berkurang, hormone paratiroid menstimulir reabsorpsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah.
5.     Dapat menstimulir transport kalsium dan fosfat melalui membrane dari mitokondria

Beberapa fungsi ion kalsium adalah sebagai berikut,
1.     Penting dalam cairan intrasel dan ektrasel
2.     Kompenen utama dalam tulang
3.     Penting dalam pembekuan darah dan kegitan berbagai sistem enzim.
4.     Pelepasan Ca intrasel untuk mengaktifkan sel (proses sekresi dan kontraksi otot).
5.     Ca ektrasel mengadakan perubahan kecil pada konsentrasi pada kepekaan sel (hipokalsemia yang menimbulkan epilepsy dan tetani)
 Fungsi hormon kalsitonin adalah sebagai berikut,
1.     Menurunkan kadar kalsium dengan menghambat reapsorpsi tulang (menekan aktifitas osteoblast dan menghambat permeabilitas sel-sel pada tulang).
2.     Menghambat pelepasan dari tulang. Vitamin D merupakan untuk metabolisme dan mekanisme dalam banyak hal dengan hormon steroid untuk menambah absorpsi kalsium dan fosfor straktus intestinalis.
3.     Vitamin D mempunyai efek langsung terhadap proses kalsifikasi yaitu membentukan tulang, menambah ekskresi fosfat, dan membantu menurankan konsentrasi fosfat dalam serum.

Gangguan fungsi kelenjar paratiroid
Hiperfungsi paratiroid
Suatu keadaan dimana kelenjar paratiroid memprodosi lebih banyak hormon paratiroid pada bisanya, jika disekresikan lebih banyak dari yang dibutuhkan disebut hiperparatiroidisme primer, jika lebih banyak produksinya karena dibutuhkan disebut hiperparatiroidisme sekunder,

1.    Hiperparatiroidisme primer.
Ø Berkurangnya kalsium dalam tulang sehingga timbul fraktur spontan, sering nyeri pada tulang. Bagian yang sering terkena adalah tulang panjang.
Ø Kelainan traktus urinarius: defek(kegagalan) pada tubuli ginjal biasanya reversible(bisa kembali), batu ginjal, kadang-kadang neprokalsinosis (deposisi kalsium dalam nepron)
Ø Manifestasi gastrointestinal: kurang nafsu makan, nausea, muntah(vomitus),dan skonstifasi.

2.    Hiperparatiroidisme sekunder
a.     Pada penyakit ini terdapat hyperplasia dan hiperfungsi kelenjar para tiroid yang disebabkan:

Ø Gagal ginjal kronik (glonerulonepritis, dan anomaly kongetinal dari traktus urogenitalis pada anak).
Ø Kurang efektifnya PTH pada beberapa penyakit (defisiensi vitamin D dan kelainan gastrointestinal).

3.    Acute paratiroid intoxication
Kejadian ini jarang disertai dengan gejala (penderita sangat lemah, nausea, dan vomitus).


FISIOLOGI KELENJAR TIMUS
Kelenjar timus terletak dibagian posterior toraks terhadap sternum dan melapisi dibagian atas jantung. Kelenjar ini ukuranya besar dimasa kanak-kanak dan mengecil seiring dengan pertambahan usia. Hormone yang dihasilkan kelenjar ini meliputi enam pebtide yang secara kolektif disebut timosin.

Fungsi hormone timosin adalah sebagai berikut:
1.     Mengendalikan perkembangan sistem imun dependen timus dengan menstimulasi deferensiasi dan proliferasi sel limposit T.
2.     Timosin berperan dalam penyakit imunodefisiensi kongenital seperti gamma globulinemia, yaitu ketidak kemampuan total untuk memproduksi antibody.

Fungsi kelenjar timus adalah sebagai berikut:
1.     Suatu sumber sel yang mempunyai kemampuan imonologis.
2.     Sumber hormone timik yang mempersiapkan prolifelasi dan maturasi sel-sel yang mempumyai kemampuan potensial imonologis dalam banyak jaringan yang laen.
3.     Mengaktifkan pertumbuhan badan sehingga pertumbuhan sangat meningkat pada masa bayi sampai remaja dan setelah dawasa pertumbuhan akan berkurang.
4.     Mengurangi aktifitas kelamin.

Kelainan pada kelenjar timus
1.     Hiperplasi: ditandai adanya lipoid folikel didalam medula. Dalam keadaan normal tidak terdapat folikel limfoit.

2.     Timoma tumor:dimana neoplasmanya adalah sel epitel, ada yang jinak dan ada yang ganas, mempunyai sel epithelial neoplastik, akan menimbulkan sesak nafas, batuk, dan nyeri menelan.

FISOLOGI KELENJAR SUPRARENAL
Glukokortiroid
1.     Meningkatkan kegiatan metabolisme berbagai zat dalam tubuh.
Meningkatkan glikogenetis dan glukagonesis di dalam sel hati, meningkatkan metabolisme protein terutama di otot dan di tulang, GNA dan RNA di dalam sel hati,menahan ion Na dan ion CI, meningkatkan sekresi ion kalsium di ginjal, meningkatkan lipolisis jaringan perifer,serta deposit lemak di abdomen leher dan wajah.
2.     Menurunkan ambang rangsang neuron-neuron susunan saraf pusat.
3.     Menggiatkan sekresi asam lambung.
4.     Menguatkan efek noradrenalin terhadap pembulu darah dan merendahkan permeabilitas diding pembuluh darah 
5.     Menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan menghambat pembentukan antibody
6.     Menghambat pelepasan histamine dalam reaksi elergi, sering kali di pakai untuk mengatasi syok  anafilaktik bersama dengan pemberian adrenalin.

Hipersekresi glukokortikoid menyebabkan hal-hal berikut ini.
1.     Hiperglikemia (peninggian kadar gula dalam darah)
2.     Otot rangka menjadi atropi dan lemah
3.     Tangan dan kaki kurus,perut membesar
4.     Kalau luka sukar sembuh
5.     Protein tulang berkurang (osteoporosis)
6.     Retensi ion Na menyebabkan hipertensi


Mineralokortikoid
Meningkatka retensi ion dan meningkatkan ekskresi ion K di ginjal(tubulus distal dan tubulus koligens),meningkatkan retensi Na di kelenjar keringat dan saluran pencernaan.Di ginjal,aldosteron meningkatkan kegiatan pompa natrium di bagian basa
Pengaturan Mineralokortikod
1.     Renin-angiotensin. Apabila volume darah atau tekanan darah ke ginjal menurun,sel junksta glomerulus ginjal akan merangsang untuk masuk ke dalam rongga pengasingan yang ada di dalam.Selama menjadi angiotensin I dengan bantuan suatu jenis enzim akan di ubah menjadi angiotensin II,lalu merangsang sel-sel zona gromerolus kortexs adrenal untuk melepaskan aldosteron. Aldosteron akan meningkat asensi Na,Cl,dan air sehingga volume darah akan kembali normal.
2.     Kadar ion Na,ion K,dan plasma. Apabila ion Na plasma turun dan ion K plasma naik maka sekresi aldosteron akan meningkat.
3.     ACTH dalam dosis yang kecil,perannya sangat kecil sekali, hanya dalam
konsentrasi tinggi yang dapat merangsang pelepasan aldosteron.

Kelainan mineralokortikoid
Kelainan mineralokotikoid adalah sebagai berikut.
1.     Adrenalin insufisiensi; Na banyak terbuang sedangkan K diretensi,sehingga kadar ion K plasma meningkat. Bila tidak segara di tanggulangi kadar Na plasma akan menjadi sangat rendah,volume plasma sagat rendah,tekanan darah akan turun,dan terjadi gangguan sirkulasi yang akhirnya menjadi syok.
2.     Hiperaldesteron.
a.primer. karena tumor sel zona glumerulosa yang menghasilkan aldosteron secara berlebihan di sebut sindroma corn(penebalan) yang di tandai dengan hipernatrenia,hipertensi tanpa udema,hipokalemia,otot rangka lemah,dan aritnia jantung.
b.sekunder.peningkatan kadar rening dan angiotensin karea dehidrasi akibat pendarahan,kegagalan jantung, dan sirosishepatis.

Pengaturan sekresi katekolamin
Perangsangan system saraf simpatis dapat melepaskan noradrenalin dari ujung saraf simpatis dan melepaskan noradrenain dari kelenjar adrenal. Gejala pelepasan katekolamin dari medulla adrenal sebagai berikut.
1.     Marah, dingin, dan rasa takut.
2.     Keadaan glukosa plasma rendah
3.     Tekanandarah rendah
4.     Anoksia otak
5.     Kekurangan oksigen
6.     Meningkatkan kadar angiotensin

FISIOLOGI KELENJAR PINALIS
Kelenjar ini menghasilkan sekresi internal dalam membantu pangkreas dan kelenjar kelamin yang berperan penting dalam mengatur aktivitas seksual dan reproduksi manusia.

FISIOLOGI KELENJAR PANKREAS
Pancreas adalah organ pipih yang terletak di belakang dan sedikit dibawah lambung.

Mekanisme kerja insulin
1.                Insulin meningkatkan transport glukosa kedalam sel/jaringan tubuh kecuali (otak ,tubuli ginjal,mukosa usus halus dan sel darah merah).
2.    Meningkatkan transport asam amino kedalam sel
3.    Meningkatkan sintasa protein di otak dan hati
4.    Menghambat kerja hormone yang sensitive terhadap         lipase,meningkatkan sintesa lipid
5.    Meningkatkan pengambilan kalsium dari cairan sekresi.

Efek fisiologi insulin
1.    Efek insulin pada mekanisme karbohidrat : glukosa yang diapsopsi dalam darah menyebabkan sekresi insulin lebih cepat
2.    Efek insulin pada metabolisme lemak:memengaruhi lemak melalui efek jangka panjang dari kekurangan insulin yang menyebabkan arteriosklerosis,serangan jantung,stroke,dan penyakit vascular lainnya.
3.    Efek insulin atas metabolisme protein

Kendali sekresi insulin
Efek terhadap glukosa darah adalah peningkatanterhadap glujosa darah,misalnya seteah makan akan menstimulasi sel beta untuk memproduksi insulin.insulin menyebabkan glukosa berdifusi ke dalam sel yang akan memakainya sebagai energy dan mengubah glukosa menjadi glikogen dalam dalam hati atau menjadi lemak dalam jaringan adipose.

Devisiensi insulin

Kekurangan insulin dapat menyebabkan kelainan yang di kenal dengan diabetes militus,yang menyakibatkan glukosa terhadap diluar sel (cairan ekstra seluler). Apabila mencapai nilai tertentu,sebagian glukosa tidak diabsorbsi ginjal,tetapi di keluarkan melalui urin sehingga terjadi glikosuri dan poliuria.

Pengaturan sekresi glucagon

Efek konsentrasi glukosa darah empunyai efek yang berlawanan dengan sekresi glukaon. Penurunan glukosa darah meningkatkan sekresi glucagon. Glukosa yang terendah akan merangsang pancreas untuk menyekresi glucagon dalam nilai yang besar.


FISIOLOGI KELENJAR KELAMIN

Fisiologi Kelenjar Kelamin Laki-laki

Fungsi Endokrin Testis
a.     Testis janin dapat menurun hingga trimester ketiga kehamilan
b.     Pada janin,testosterone di perlukan untuk diferensiasi genitalia interna dan eksterna laki-laki
c.     Pada pria dewasa,testoteron berfungsi untuk perkembangan dan mempertahankan cirri-ciri seks sekunder pria serta spermatogenesis.

Efek Testosteron
1.    pada janin: merangsang diferensiasi dan perkembangan alat genital kea rah pria, pengatur pola jantan (pria), dan pengontrolan hipotalamus terhadap sekresi gonadotropin setelah pubertas.
2.    Pada pubertas: memengaruhi sifat kelamin sekunder yaituperkembangan bentuk tubuh,perkembangan alat genital, distribusi rambut,pembesaran laring damn sifat agresif.


Fisiologi Kelenjar Kelamin Wanita

Fungsi seksual dan reproduksi wanita di bgi dalam dua fase.
1.     Persiapan tubuh untuk persepsi dan kehamilan
2.     Periode kehamilan

Hormone wanita

1.     Hormone releasing hipotalamus atau luteinzing hormone releasing hormone (LHRH).Hormone dari hipotalamus di hasilkan di perikarion neuron hipotalamus dan terikat oleh reseptor gonadotropin untuk merangsang folikel stimulating hormone, dan penurunan produksi pelepasan gonadotropin.
2.     Hormone hipofisis anterior yaitu FSH dan LH. Di sekresi akibat respon terhadap releasing hormone di hipotalamus untuk memicu sintesis steroid di ovarium.
3.     Hormone ovarium (estrogen dan progesterone), disekresi oleh ovarium akibat respons terhadap dua hormone dari kelenjar hipofisis.


Control Endokrin Terhadap Ovarium

Ovarium merupakan organ otonom dimana kemampuan fungsi onalnya dipengaruhi oleh banyak rangsangan dari luar yang di salurkan ke system saraf pusat dan bereaksi secara langsung. Kelenjar endokrin pada ovary memiliki pengaruh modulasi (induksi embrio ) terhadap produksi gamet dan hormone gonadotrophin serta pituiri yaitu FSH dan LH.

Pengaruh biologic hormone ovary

Pengaruh estrogen menggiatkan jaringan pada jaringan seks asesori yaitu dengan cara merangsang pembelahan sel dalam lapisan yang lebih dalam sehinggamenyebabkan lapisan luar secara lebih cepat. Pembelahan sel yang cepat akan berlangsung terus menerus. Hal inilah salah satu factor predisposisi (respons jaringan tubuh) untuk menjadi kanker.

Siklus Reproduksi

Perubahan siklik pada system reprpduksi di atur oleh hormone aksi pituitary anterior,gonad,dan hipotalamus.otak merupakan sumber factor yang melintas lewat vena porta menuju adenalipofisis. Tempat tersebut bereaksi menggiatkan pelepasan hormone yang berbeda kecepatannya. Aktivitas hipotalamus dipersiapkan oleh rangsangan lingkungan luar dan kadar hormone steroid di dalam sirkulasi. Organ seks asesori sebagian besar mengatur sifat seks sekunder di bawah control hormone gonad, hormone ini di persiapkan oleh gonadotropin pituitary.

Prolaktin

Tirotropic Releasing hormone (TRH)  menghasilkan prolaktin.sel penghasil prolaktin adalah laktotrof, hormone ini di jumpai dalam plasma wanita dan pria yang normal. Hormone hipofisis juga mengeluarkan prolaktin releasing hormone (PRH).
       Laju sintesis prolaktin paling besar tidak ada kendali dari hipotalamus,tetapi oleh sekresi dopamine kedalam pembuluh portal.


RINGKASAN HORMON UTAMA
Kelenjar endokrin
hormon
Sel sasaran
Fungsi utama hormon
hipotalamus
Hormone yang melepaskan dan menghambat(TRH,CRH,GnRH,GHRH,GHH,PRH,PH)
Hipofisis anterior
Mengontrol pengeluaran hormone-hormon hipofisis anterior
Hipofisis posterior
Vasopressin (hormone anti diuretic)
Tubulus ginjal.
Anteriol.
Meningkatkan absorpsi H2O menimbulkan vasokonstriksi.

oksitosin
Uterus dan kelenjar mamaria (payudara)
Meningkatkan kontraktilitas.
Menyebabkan pengeluaran air susu ibu
Hipofisis anterior
Tiroid stimulating hormone (TSH)
Self folikel tiroid
Merangsang sekresi T3 dan T4

Hormone adrenokortikotropik (ACTH)
Zona fasikula dan zona retikularis.
Korteks adrenal
Merangsang sekresi kortisol

Hormone pertumbuhan (GH).
Tulang : jaringan lunak
 Esensial tetapi bukan satu-satunya.
Penyebab pertumbuhan merangsang pertumbuhan tulang dan jaringaqn lunak:pengaruh metabolic mencakup anabolisme protein ,lemak, dan konservasi glukosa


hati
Merangsang sekresi somatostatin












 DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, Suzanne C. 2001 . Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Ed. 8. Vol. 2. Jakarta : EGC
Pearce, Evelyn C. 2002. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Ed. 3. Jakarta : EGC
Anggriani, Rida. Nurachman, Elly. 2011. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi.  Indonesia : Salemba Medika











                                                                                       






EmoticonEmoticon